Satu Ekor Monyet Berhasil Dijebak di Tembilahan, BBKSDA Riau Lakukan Identifikasi

Daerah247 Dilihat

Faktaberita.online – TEMBILAHAN* – Tim gabungan berhasil menangkap seekor monyet di Jalan Tampomas Parit 14, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (6/8/2026). Penangkapan dilakukan setelah satwa tersebut beberapa hari terakhir meresahkan warga dan memicu sejumlah insiden penyerangan.

Perangkap dipasang sekitar pukul 08.00 WIB oleh tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Polres Indragiri Hilir, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir, pemerintah kecamatan, serta warga.

Sekitar pukul 14.20 WIB, seekor monyet masuk ke dalam perangkap yang sudah diberi umpan. Satwa tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir untuk penanganan sementara.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi Ismail, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan bahwa monyet yang tertangkap merupakan satwa yang selama ini berkeliaran dan menyerang warga.

“Alhamdulillah, satu ekor monyet berhasil masuk ke dalam perangkap yang kami pasang. Namun, kami belum dapat menyimpulkan bahwa ini adalah monyet yang selama ini meresahkan masyarakat. Selanjutnya, BBKSDA Riau akan melakukan pengamatan dan identifikasi untuk memastikan apakah monyet ini memiliki ciri-ciri yang sama,” ujar Junaidi.

Menurutnya, identifikasi penting dilakukan agar pemerintah tidak terburu-buru menyimpulkan ancaman telah berakhir. Sebab hingga saat ini belum ada kepastian bahwa monyet yang tertangkap merupakan pelaku dari serangkaian gangguan beberapa hari terakhir.

Pemerintah bersama aparat keamanan juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan masih ada monyet lain yang berkeliaran.

Karena itu, Junaidi mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada. Jangan dulu menganggap persoalan ini sudah selesai sebelum hasil identifikasi dari BBKSDA Riau keluar. Mudah-mudahan ini memang monyet yang selama ini meresahkan sehingga situasi dapat kembali aman,” katanya.

Junaidi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil sinergi BBKSDA Riau, Polres, TNI, Damkar, pemerintah daerah, komunitas relawan, dan masyarakat yang membantu pemantauan, khususnya warga Parit 13, Parit 14, dan Parit 15.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, aparat keamanan, komunitas, dan semua pihak yang telah mendukung. Semoga ikhtiar bersama ini dapat menjadi langkah awal untuk mengakhiri keresahan masyarakat akibat kemunculan monyet liar di Kota Tembilahan,” pungkasnya.(Andre Suai )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *