Desa Perbawati Dorong Perekonomian Warga dengan Mengembangkan Komoditas Pertanian Unggulan

Uncategorized68 Dilihat

Fakta Berita – Sukabumi — Pemerintah Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, terus mengoptimalkan sektor pertanian sebagai penggerak utama perekonomian masyarakat. Sejumlah komoditas unggulan seperti kopi, padi, sayuran, dan pisang kini menjadi fokus pengembangan desa, seiring besarnya potensi alam yang dimiliki wilayah tersebut.

Kaur Perencanaan Desa Perbawati, Asep Amir Hamzah, mengatakan bahwa pengembangan komoditas pertanian dilakukan berdasarkan potensi dan sejarah yang telah lama melekat di desa tersebut.
“Potensi pertanian di Desa Perbawati relatif melimpah. Selain itu, kami juga memiliki potensi pariwisata karena berada di jalur wisata Pondok Halimun. Namun untuk saat ini, kami memprioritaskan pengembangan kopi, padi, pisang, dan sayuran,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Perbawati, Rabu (4/2/2026).

Dari sejumlah komoditas tersebut, kopi dan padi menjadi sektor yang telah berjalan lebih dahulu. Pengembangannya pun melibatkan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Untuk komoditas kopi, Pemerintah Desa bekerja sama dengan UMKM Baru Halimun dalam memproduksi Kopi Purbawati, yang berbahan baku biji kopi arabika hasil panen petani setempat. Desa Perbawati sendiri berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga sangat cocok untuk budidaya kopi arabika.

“Kami fokus pada pengolahan. Kopi hasil kebun petani kami beli, lalu diolah menjadi biji kopi siap pakai untuk kedai-kedai di Sukabumi. Saat ini pasar kami masih lokal karena permintaannya pun sudah cukup tinggi,” jelas Asep.

Kopi Purbawati kini telah dipasarkan ke sejumlah kedai kopi di wilayah Sukabumi. Ke depan, pemerintah desa berharap produk tersebut dapat menembus pasar yang lebih luas.
Sementara itu, pada sektor pertanian padi, BUMDes tengah mengembangkan program produksi Beras Desa Perbawati. Padi hasil panen petani diolah dan dikemas menjadi beras unggulan desa, baik beras konsumsi maupun beras ketan.

“Kami sedang menggarapnya secara bertahap. Target akhirnya adalah menghadirkan produk pertanian yang sehat dan bebas dari pestisida,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Desa secara rutin memberikan penyuluhan kepada para petani, terutama terkait upaya meminimalkan penggunaan pestisida dalam proses budidaya.

“Penyuluhan terus kami lakukan agar visi menjadikan Beras Perbawati sebagai beras sehat dapat segera terwujud dan memiliki nilai jual lebih tinggi,” tambahnya.
Selain kopi dan padi, Desa Perbawati juga berupaya menghidupkan kembali kejayaan pisang Selabintana yang dahulu dikenal memiliki cita rasa manis dan kualitas unggul. Komoditas sayuran pun tetap dipertahankan sebagai bagian dari kekuatan sektor pertanian desa.

Melalui pengembangan berbagai komoditas unggulan tersebut, Pemerintah Desa Perbawati berharap produk-produk lokal semakin dikenal luas dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

TimRed DEDI HERMANSYAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *