FaktaBerita.Online, Jakarta — Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Papua Barat, Yance Samonsabra SH,. M.Si , menegaskan bahwa seluruh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Barat wajib menggunakan bahan pangan lokal yang berasal dari masyarakat setempat.
Hal ini disampaikan Yance Samonsabra berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite IV DPD RI bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia, yang mencatat bahwa saat ini terdapat 44 dapur MBG yang beroperasi di Provinsi Papua Barat.
“Seluruh dapur MBG di Papua Barat wajib membeli dan menggunakan bahan pangan lokal daerah setempat, seperti telur, sayur-mayur, pisang, dan bahan pangan lainnya yang diproduksi oleh Mama-mama asli Papua, petani, peternak, dan nelayan lokal. Tidak diperkenankan lagi pengadaan bahan pangan dari luar Papua Barat. ” tegas Yance.
Ia menambahkan bahwa Program MBG merupakan program nasional yang harus didukung oleh semua pihak, karena dirancang tidak hanya untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh elemen masyarakat Khususnya di Papua Barat.
“Program nasional ini harus kita dukung bersama dan harus memberikan dampak yang baik bagi semua elemen masyarakat, khususnya masyarakat lokal di Papua Barat,” ujarnya.
Sebagai Anggota Komite IV DPD RI Dapil Papua Barat, Yance Samonsabra menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan, termasuk memastikan bahan pangan yang digunakan di dapur-dapur MBG benar-benar berasal dari Papua Barat.
Menurutnya, dengan memprioritaskan bahan pangan lokal, maka perputaran ekonomi akan tetap berada di Provinsi Papua Barat, sehingga manfaat Program MBG dapat dirasakan langsung oleh petani, peternak, nelayan, serta Mama-mama Papua.
Dalam waktu dekat, Yance Samonsabra juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur-dapur MBG dan sekolah-sekolah di Papua Barat guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.
“Sidak ini dilakukan agar Program Makan bergizi Gratis (MBG) benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Papua Barat,” pungkasnya.





