Fakta Berita Online — Lampung Barat Kasus dugaan korupsi dana simpan pinjam exs pnpm kecamatan sukau senilai Rp. 1.050.000.000 di duga mandek di tangan kajari lampung barat. Kasus ini sempat di tangani oleh pihak inspektorat kabupaten Lampung Barat yakni Irban V ( irbansus ) dan sudah di limpah kan oleh pihak inspektorat ke kejaksaan negeri lampung Barat pada pertengahan Oktober tahun 2024 yang lalu .
Menurut pihak inspektorat kabupaten Lampung Barat kasus tersebut di limpah kan ke kejaksaan di kerna kan pihak pengurus upk pengelola dana simpan pinjam tidak dapat menunjuk kan bukti administrasi daptar nama masarakat peminjam sesuai KTP dan tidak ada nya transaksi Rek koran ujar puguh sugandi.sehingga kasus nya kita limpah kan ke kejaksaan untuk di tindak lanjuti secara hukum.
Menurut puguh dari dana satu milyar lebih tersebut pihak upk kec sukau sudah mengembalikan dana spp tersebut ke rek upk sebesar 210 juta dan masih ada sisa nya sebesar Rp 840 juta yang belum jelas rimba nya
Terpisah sekcam kecamatan sukau Galih merasa heran kenapa pihak upk pengelola dana simpan pinjam kec sukau sampai tidak mempunyai data dan terkesan buru buru membuat data peminjam dadakan seolah olah uang tersebut benar macet di masarakat peminjam dan lebih aneh nya lagi untuk pekon tanjung raya daptar kelompok peminjam lebih dari 30 kelompok tapi nama masarakat nya tidak ada ini sudah tidak masuk akal lagi ujar Galih dan potensi korupsi itu memang ada.
Kepada awak media salah satu pj. peratin di kecamatan sukau yang tidak ingin di publikasikan edentitas nya mengatakan sampai saat ini kepengurusan bumdesma yang baru belum terbentuk kerena uang nya tidak jelas dan lagian kasus nya sudah bergulir ke ranah kejaksaan bukan inspektorat lagi yang tangani, tapi setau saya pihak upk kec sukau lagi berupaya melobi pihak kejari agar kasus nya dapat di alih kan ke perdata bukan kasus korupsi ujar nya.
Menanggapi lamban nya penanganan kasus dugaan korupsi dana simpan pinjam perempuan exs pnpm kec sukau yang sudah lebih dari 8 bulan mandek di kejari lambar aktivis penggiat anti korupsi Sumalik Barnasi merasa heran apa kajari lambar sudah masuk angin atau ada kekuatan besar yang berupaya untuk intervensi dalam menuntas kan kasus ini kena sampai begitu lama tidak tuntas padahal berkas nya sudah di limpah kan oleh inspektorat, lama,kita tau begitu banyak kasus korupsi di lampung barat mulai dari setoran dana desa yang viral ke mana mana pungli retribusi pasar tematik tetapi pak kajari masih saja diam seribu bahasa ujar sumalik kapan negeri ini bisa bebas dari korupsi kalau sekelas kajari sudah tidak mampu alias macan ompong tukas sumalik (tim)