Petrus Fatlolon Pribadi Yang Pluralisme  Dan Peduli Masih Layak Pimpinan Tanimbar 

Daerah209 Dilihat

FaktaBerita Online Tanimbar, -Secara luas, pluralisme merupakan paham yang menghargai adanya perbedaan dalam suatu masyarakat dan memperbolehkan kelompok yang berbeda tersebut untuk tetap menjaga keunikan budayanya masing-masing.

Mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar 2017-2022 Petrus Fatlolon memiliki karakteristik Kepimpinan yang sangat Pluralisme hal ini terlihat saat masih menjadi Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dimana perhatian seriusnya merangkul semua perbedaan.

Kepada media ini, 14/06/24 Petrus Fatlolon Mengatakan Pluralisme itu sangat penting bagi seorang pemimpin, karena menjadi pemimpin tidak hanya bagi satu organisasi agama atau kelompok tertentu, namun menjadi pemimpin harus hadir untuk semua lapisan golongan & agama, denominasi gereja, komuanitas dan organisasi resmi sesuai perintah perundang-undangan.

“Sebagai seorang pemimpin kita harus dapat merangkul semua lapisan masyarakat, semua agama termasuk gereja-gereja denominasi, sikap merangkul ini harus menjadi karakter atau ciri-ciri seorang pemimpin yang baik” ujarnya.

Mantan orang nomor satu di Tanimbar itu sejak menjadi Kepala Daerah kaum minoritas yang sulit terjangkau selalu di kunjunginya, dan yang paling mengesankan adalah sewaktu Petrus Fatlolon mengunjungi 3 kampung (Kilon, Karatat, Labobar) di Kecamatan Wuarlabobar, Pria yang di sapa PF ini selalu menginap dan menyinggahi rumah yang paling sederhana untuk menginap, ini bukti kepedulian terhadap kaum minoritas, selain itu hanya dalam masa jabatan Pak PF saja dapat diselenggarakan STQ dan puncaknya pada Penyelenggaraan MTQ ke-28 di Kota Saumlaki, yang membawa Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai Juara Umum MTQ-28 serta mengharumkan nama Umat Islam di Tanimbar.

” Sewaktu menjabat sebagai Bupati dikala itu selain mengunjungi desa desa yang kategori minoritas di Tanimbar, di Kediaman kami selalu digunakan sebagai Rumah Doa untuk semua interdedominasi Gereja yang ada di Kota Saumlaki, semua ini bertujuan untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman di Tanimbar ” Jelasnya (Dimas Luanmase)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *