Diiming-imingi Ada Lowongan Pekerjaan, Diduga Calon Tenaga Kerja Tertipu Hingga Puluhan Juta Rupiah

Daerah235 Dilihat

Kab, Tangerang Faktaberita

Di iming-imingi ada lowongan pekerjaan (lowker-red) di salah satu perusahaan besar diwilayah kecamatan pasar Kemis kab, Tangerang diduga puluhan calon tenaga kerja disinyalir tertipu oleh DW alias BA, (calo tenaga kerja-red) hingga puluhan juta rupiah. Rabu, 29/03/2023

Pasalnya setelah para calon tenaga kerja menyetorkan sejumlah uang jutaan rupiah hingga puluhan juta rupiah kepada oknum calo yang berinisial DW alias BA, ironisnya pekerjaan yang di janjikan oleh DW alias BA tidak kunjung ada hingga hampir satu tahun lamanya

Dari informasi dan wawancara awak media dengan AN salah satu korban, AN mengatakan bahwa dirinya sebelumnya dimintai sejumlah uang sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dari permintaan uang sebesar Rp. 10.000.000,- tersebut saya (AN-red) telah memberikan uang kepada DW alias BA sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah), uang tersebut sebagai uang muka atau DP (Down Payment-red) setelah AN menyetorkan uang sebesar Rp. 5.000.000,- panggilan kerja di perusahaan yang dijanjikan tak kunjung ada hingga hampir satu tahun lebih lamanya

Menurut keterangan AN, jika ditanya terkait lowongan pekerjaan yang di janjikan. DW alias BA, berdalih kondisi perusahaan sedang tidak stabil atau sudah tutup untuk penerimaan karyawan baru

Dari informasi dan penelusuran awak media selain AN, ada korban lowongan pekerjaan lainnya seperti RN, BS, NR, dan AD, diduga kuat masih ada puluhan calon tenaga kerja lainnya yang dijanjikan dan di iming-imingi pekerjaan oleh DW alias BA (oknum calo-red) yang akan ditempatkan bekerja di perusahaan ternama di wilayah pasar kemis itu, dan mereka rata-rata sudah memberikan uang sebesar Rp. 5.000.00p,- (Lima juta rupiah) kepada DW oknum calo tenaga kerja

Selain dimintai uang Rp. 10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah) untuk bisa masuk kerja di perusahaan itu, juga ada biaya-biaya lainnya seperti biaya pendaftaran Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah), juga biaya kursus Rp. 200.000 (dua ratus ribu rupiah), selama dua jam atau dua kali pertemuan, bagi yang non pengalaman, selanjutnya AN diharuskan menebus sertifikat kelulusan menjahit atau paklaring senilai Rp.150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah) dan disetorkan kepada DW yang mana Dw diduga oknum calo pemberi tenaga kerja, keterangan atau informasi tersebut dikatakan AN kepada awak media pada hari Sabtu, 19/03/2023.

Saya (AN-red) berharap uang kami segera dikembalikan, kan sesuai perjanjian yang sudah ditandatangani di atas materai. Bahwa bilamana tidak masuk kerja, uang akan kembali namun sampai saat ini sudah hampir 1 (satu) tahun dirinya belum menerima panggilan kerja masih ujar AN, uang kami itu kan dapat pinjam ke orang lain dan terpaksa bila tidak segera dikembalikan uang kami, kami akan melaporkan kepada aparat penegak hukum (APH-red) tentang penipuan tegasnya, ungkap AN kepada awak media dengan nada kesalnya

Selain AN yang menjadi korban mafia lowongan pekerjaan terungkap masih ada korban lainnya seperti RN, NR dan BS, dari keterangan ketiganya mereka juga mengalami hal yang serupa dengan AN

Karena kesal dan kecewa dimana pekerjaan yang dijanjikan tidak adanya kepastian kapan mereka (para korban penipuan calo tenaga kerja-red) bisa bekerja, AN dan korban lainnya awalnya berharap mendapatkan pekerjaan sehingga dapat membantu prekonomian keluarga

Setelah memberikan sejumlah uang jutaan rupiah, namun tidak ada panggilan kerja, dan mereka menegaskan, bilamana tidak segera mengembalikan uangnya, maka para korban akan melaporkan ke pihak Kepolisian. Lalu mereka pun menguasakan hal tersebut kepada salah satu lembaga di tangerang untuk meminta uang mereka kembali

Adapun usaha yang dilakukan dari perwakilan Lembaga Sewadaya Masyarakat (LSM) itu, sudah dua kali mendatangi kediaman DW, namum belum juga menemukan hasil atau solusi dari DW dan DW oknum calo itu menyampaikan bahwa dirinya hendak menjual aset sebidang tanah miliknya untuk mengembalikan uang tersebut kepada para korban calon tenaga kerja

Saat awak media mengonfirmasi kepada DW dan mengutip perkataan dari suami DW ; iya bang, kami kooperatif ko! dan bertanggung jawab, siapapun yang datang kesini, kami temui dan jelaskan bahwa kami sedang berupaya menjual aset tanah untuk mengembalikan uang yang sudah kami terima dari dari para calon tenaga kerja tersebut, ujar suami DW oknum calo tersebut

Lanjutnya, kami hanya membantu mereka yang kesulitan untuk bekerja di perusahaan tersebut, toh merekapun datang kesini atas kemauan sendiri, karena kondisi saat ini perusahaan sedang tidak menerima karyawan, jadi harus sabar, kami pun tetap bertanggung jawab dan akan segera mengembalikan uang tersebut, padahal kami sudah mengatakan kepada para calon tenaga kerja, jangan sampai uang yang kami terima ini hasil pinjam ke orang, apa lagi melibatkan rentenir tutupnya hal tersebut saat diwawancarai awak media yang didampingi oleh perwakilan para korban calon tenaga kerja dan dari lembaga, minggu, 20 maret 2023

Seperti yang di ketahui bahwa perusahaan PT. Victory Chingluh diduga selalu menggembor-gemborkan lowongan pekerjaan (lowker-red)  melalui media sosialnya ig@victory chingluh, bahwa tidak ada biaya saat rekruitmen apalagi bekerjasama melalui Balai latihan kerja (BLK-red).

[Red/Kaperwil Banten]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *