Bantuan Kebakaran Bentuk Cinta Kasih Dan Menjalin Tali Silaturahmi

ADV221 Dilihat

Faktaberita.Online-Muratara/Sumsel

Hari senin malam selasa, sekitar pukul 02.00 WIB warga desa tanjung beringin ,kec,muara rupit kab. Musi rawas utara (muratara), mengalami musibah kebakaran. Karena konselit listrik, api dengan cepat membakar rumah 

Lili Suhardi warga desa tanjung beringin termasuk isi di dalamnya. Berdasarkan catatan yang ada di Pos Lapangan RT 01 rumah yang terbakar sebanyak 2 rumah, di mana bersebelahan yang tertimpa musibah ini. Saat ini korban tinggal di tenda-tenda darurat, ada juga menumpang di rumah warga sekitar.untuk.menyiapkan bantuan yang akan di berikan.

Mendengar terjadinya bencana tersebut, pada hari selasa 30/05/2023 relawan dari dinas BPBD ,Zainal Arifin Daud, yg di wakili ibu Evi Yuliansah segera ke lokasi bencana untuk melakukan survei dengan berkoordinasi kepada Tim Tanggap Darurat relawan komunitas menyiapkan paket bantuan  kebakaran. Pada hari selasa 30 /05/2023 . Paket bantuan yang diberikan adalah barang kebutuhan sehari-hari seperti sarung, selimut, sikat gigi, pasta gigi, sabun mandi, ember, gayung, dan juga terpal plastik yang dikemas dalam kontainer plastik.

Ibu rojenah (memegang barang bantuan) merasa gembira masih ada yang memberikan uluran bantuan di saat bencana melanda mereka.

Pak lili suryadi sangat berterima kasih dan bersyukur atas bantuan dan perhatian yang diberikan oleh kepala dinas BPBD zainal arifin Daud kepada mereka yang tertimpa musibah.

Pembagian bantuan diserahkan dengan penuh hormat oleh relawan BPBD kepada korban yang mengalami musibah.

Kesan dan Harapan pengurusan iwoi muratara

Seorang warga Ibu  MAUNA mengungkapkan bahwa ia tinggal bersama orang tua dan anaknya.  Harapannya agar ada banyak orang yang mau memberikan bantuan  dan uluran tangan kepada mereka yang tertimpa musibah.

Kepal Desa Tanjung Beringin (Arias),antuan yang diberikan BPBD adalah suatu bentuk cinta kasih  kepada warga yang terkena musibah dan sekaligus membuka tali silahturahmi yang baik bagi mereka dan warga sekitar,” jelasnya.

Seperti yang diucapkan Bencana tidak mengenal belas kasihan, namun manusia dapat saling mengasihi satu sama lain. Jadilah tempat bersandar bagi mereka yang menderita akibat bencana sehingga mereka masih merasakan kehangatan dan memiliki harapan.”TUTUP NYA.

RED, IWOI MURATARA.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *