Opini Publik: BONGKAR TUNTAS MAFIA DANA PEMERINTAH, UNTUK PERS YANG BERMARTABAT

Uncategorized291 Dilihat

Sulut, FaktaBerita.Online,-

IBARAT parasit yang terus menggerogoti, mafia Dana Desa dan Dana Pendidikan, selama ini masih bergentayangan untuk terus mencari peluang demi keuntungan pribadi, Selasa 02/05/2023

Hal ini seringkali menghasilkan pertanyaan publik, apakah itu sudah menjadi kultur yang tak bisa lagi diberantas? Apakah mafia Dana Pemerintah itu masih ada ?

Saat ini Dana Desa ini mulai dicairkan, setelah sebagian besar dananya sudah masuk ke rekening Pemerintah Desa dan Kepala Sekolah untuk segera berada di tangan orang yang dipercaya.

Ada beberapa kasus yang lalu sudah terjadi menunjukkan keseriusan Pemerintah bekerjasama dengan Mitranya untuk memberantas Mafia itu, sehingga menghasilkan kurungan bagi mereka yang telah menggelapkan
Dana Pemerintah itu.

Kasus demi kasus sesekali terangkat ke Publik melalui Media, terlihat menunjukkan belum sirnanya permainan itu. Insan Pers sering mendapatkan di Lapangan secara langsung yang setiap saat turun langsung hingga pelosok desa terpencil sekalipun, tindakan yang jelas merugikan keuangan negara telah dimainkan oleh para Mafia itu.

Misalkan, pekerjaan penggunaan Dana Desa itu tidak sesuai Anggaran yang sudah ditetapkan.

Penggunaan Dana Pembangunan Gedung Sekolah yang tidak baik dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya sehingga menghasilkan gedung sekolah yang beresiko tinggi.
Yang saat ini telah meninggalkan kesan yang tidak baik dari pekerjaan yang hanya asal-asalan itu.

Ada beberapa pekerjaan yang dilakukan, tidak sesuai dengan yang seharusnya,
karena ada perlindungan dari penguasa jabatan yang mampu mengatur semua dengan mudahnya. ujar salah satu sumber

Kejahatan semacam ini pasti dilakukan oleh beberapa orang secara berjemaah, karena ini tidak bisa seorang sendirian menjalankan modus operandi semacam ini.

Fakta yang jelas mencerminkan bahwa oknum patut ditengarai merupakan bagian sindikat mafia Dana Pemerintah yang telah memanfaatkan jabatannya.

Menjadi ironi, Kepercayaan masyarakat terhadap Hukum Tua yang mereka pilih, ternyata bukanlah pemimpin yang patut diteladani.

Pengelola Proyek Dana Pendidikan yang seharusnya memberikan contoh yang baik, ternyata menjadi Mafia besar untuk merebut peluang kekuasaan itu.

Mafia Dana Pemerintah seakan tidak pernah lekang meskipun reformasi birokrasi terus digalakkan.

Tamak dan serakah menjadi sebutan mereka yang kami sebut MAFIA Dana Pemerintah

Sekali lagi menunjukkan bahwa rasuah terjadi bukan karena kurang uang tapi karena peluang. Lanjut Narasumber

Untuk itulah, publik sangat berharap kepada Insan PERS untuk terus membongkar Penyelewengan Dana yang dipercayakan itu.

Permainan itu dengan mudah dan cepat dapat disembunyikan sehingga Organisasi Pemerintah akan kewalahan dan dianggap lambat untuk mengungkapkan Permainan Mafia itu.

Pers yang setiap hari terus memantau di Lapangan, semakin mudah membantu Pemerintah, KPK untuk mengendus penyelewengan dana Pemerintah yang terbilang besar ini.

Pers hanyalah bagian keterbukaan Informasi yang mampu berbicara.
Pers adalah Patner Pemerintah dan Patnernya Penegak Hukum.

Jika seharusnya diangkat ke ranah publik, maka PERS yang BERMATABATlah yang lebih berani untuk mengungkapkan semua itu.
Untuk selanjutnya ditindak oleh Penegak hukum.

PERS ADALAH MITRA PEMERINTAH.

Salam Damai
HENTJE SUOTH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *